KEPRIBADIAN EXTROVERT DAN INTROVERT

 

Image 

KEPRIBADIAN EXTROVERT DAN INTROVERT

DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS

 

IRENE DEBORA

1206188591

PASCA SARJANA LINGUISTIK – PENGAJARAN BAHASA

UNIVERSITAS INDONESIA

 

Abstract:

Language Learners are various on a number of dimensions to do with personality, motivation, learning style, aptititude, and age. Two of the most examined dimensions of personality that have an affective influence on language learning are extroversion-introversion. Besides, how teachers trait the differences of the learners is the most important thing to succeed the learning. In the paper we first define and look at the different studies conducted to examine the relationship between the two factors and English Language Learning.

Keywords: Extrovert, Introvert, English Language Learning.

Pendahuluan

Pemelajar memiliki cara yang berbeda untuk beradaptasi dan memahami petunjuk khususnya dalam pemelajaran bahasa. Setiap individu dapat diklasifikasikan atau terdiri dari kognitif dan afektif/ konatif, dimana kemampuan kognitif (seperti kecerdasan, bakat pemelajaran bahasa, atau kapasitas atau kecepatan mengingat), berbeda dari kemampuan afektif (seperti rasa takut, motivasi, dan emosi) dari satu individu (Robinson 2002: 2)[1].

Snow (1987) menyatakan bahwa penelitian dapat dilihat dari interaksi atau hubungan dari kedua aspek tersebut di dalam diri manusia dan juga terhadap konteks pemelajaran dimana pemahaman individu secara alami terhadap suatu instruksi dapat diidentifikasi dengan baik. Dalam pengaturan instruksi terhadap pemelajaran bahasa kedua dapat dianggap suatu kebutuhan sebagai usaha untuk  meneliti setiap perbedaan yang dimiliki oleh setiap individu. Keunikan yang ada pada masing-masing individu yang akan membedakan cara berpikir, berperasaan, dan bertindak. Tidak ada individu yang sama dengan individu lain, sekalipun kembar identik.

Kepribadian merupakan hal penting karena akan merefleksikan apa yang seseorang pelajari dan bagaiamana cara mempelajarinya (McCauley & Natter; Myers & Myres). Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa kepribadian tersebut mempengaruhi tingkat kesuksesan yang dicapai individu dalam mempelajari bahasa (Gass & Selinker, 1994). Bagi pengajar bahasa hal ini berarti pemelajar memiliki anggapan tersendiri terhadap sesuatu dan menggambarkannya dengan cara yang berbeda.

Perbedaan antara Kemampuan Kognitif, Kecerdasan, dan Bakat

Pada awalnya, perspektif terhadap teori hubungan antara kemampuan kognitif pemelajaran bahasa, dan struktur kalimat mereka telah berkembang selama beberapa tahun terakhir. Masih ada perbedaan pendapat bahwa kecerdasan dan bakat pemelajaran bahasa bukan merupakan suatu hal yang sama dan umum, tetapi merupakan konsep yang berbeda, seperti halnya antara kecerdasan ganda dan bakat  ganda dalam pemelajaran bahasa.

            Ada beberapa versi pendapat ahli terhadap perbedaan individu  yang mempengaruhi hasil pemerolehan pemelajaran[2].

 

Altman (1980)

Skehan(1989)

Leersen- Freeman and Long (1991)

1

Age

1. Language aptitude

1. Age

2

Sex

2. Motivation

2. Socio-psychological factors

a. motivation

b. attitude

3

Previous Experience with language learning

3. Language learning strategies

3. Personality

a. Self – esteem

b. Extroversion

c. Anxiety

d. Risk – taking

e. Sensitivity to rejection

f. Emphaty

g. Inhibition

h. Tolerance of ambiguity

4

Personality factors

4. Cognitive and effetctive factors

a.Extroversion/introversion

b. Risk-taking

c. Intelligence

d. Field independence

e. Anxiety

4. Cognitive style

a. Field independence/ dependence

b. Category width

c. Reflexivity/ impulsivity

d. Aural/ visual

e. analytic/ gestalt

5

Language aptitude

 

5. Hemisphere specialization

6

Attitudes and motivation

 

6. Learning strategies

7

General intelligence (IQ)

 

7. Other factors e.g.memory, sex

8

Sense modality preference

 

 

9

Sociological preference (e.g. Learning with peers vs learning with teacher)

 

 

10

Sociological preference (e.g. Learning with peers vs learning with the teacher)

 

 

11

Cognitive style

 

 

 

Kepribadian Pemelajar

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kepribadian berarti cara bertingkah laku yang merupakan ciri khusus seseorang serta hubungannya dengan orang lain di lingkungannya. Kepribadian merupakan faktor penentu hasil belajar bahasa kedua, karena berbeda kepribadian maka berbeda pula hasil belajarnya. Kepribadian merupakan karakter yang terlihat pada manusia yang merupakan karakter tertentu dan alami muncul dalam diri seseorang (Dӧrnyei,2005: 11) sementara Messick beranggapan bahwa teori kepribadian mengasumsikan setiap indivdu berbeda dan memiliki karakteristik yang unik, dan pada dasanya tidak dapat diubah (Messick, 1994). Beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan kepribadian merupakan faktor keturunan tetapi dapat juga dipengaruhi lingkungan. Berikut ada beberapa aspek kepribadian yang berhasil diteliti oleh beberapa ahli.


No

Aspect

Description

Measuring Instrument

Main studies

Main results

1

Extroversion/ Introversion

Extroverts are socioable, risk-taking, lively, and active; introverts are quiet and prefer non-social activities

Eysenck Personality Inventory (EPI)

Busch 1982; Strong 1983

Busch found a negative relationship with L2 proficiency; Strong found that extrovert children learnt faster.

2

Risk – taking

Risk-takers show less hesitancy, are more willing to use complex language, and are more tolerant of errors. They are less likely to rehearse before speaking

Self- report questionnaire

Ely 1986a

Risk-taking positively related positively related to voluntary classroom participation

3

Tolerance of ambiguity

It entails an ability to deal with ambiguous new stimuli without frustration and without appeals to authority. It allows for indeterminate rather than rigid categorization.

Budners scale; MAT- 60 (a self-report measure)

Naiman et al, 1978; Chapelle and Roberts 1986

Naiman et al. found tolerance of ambiguity was significantly related to listening comprehension scores but not to imitation test scores; Chapelle and Roberts found no relationship with proficiency measures.

4

Empathy

This concerns the ability to put oneself in the position of another person in order to understand him/ her better. Empathy is seen as requiring a good understanding of oneself.

Hogan Empathy Scale; Micro-Momentary Expression test (measures perceptions of changes in facial expressions)

Naiman et al, 1978; Gulora et al, 1967

Naiman et al. found no relationship with proficiency; Guiora et al. report a positive correlation with profiency- a result not clearly replicated in later studies.

5

Self – esteem

This refers to the degree to which individuals feel confident and believe themselves to be significant people. Self- esteem is manifested at different levels (global, situational, and task)

Sef- report questionnaires

Heyde 1979; Gardner and Lambert 1972

Heyde found that self- esteem correlated positively with oral production; Gardner and Lambert failed to find a significant relationship

6

Inhibition

The extent to which indviduals build defences to protect their egos. People vary in how adaptive their ‘language egos’ are, i.e. how able they are to deal with the identity conflict involved in L2 learning.

Alcohol and Valium administered in differing quantities to reduce inhibition

Gulora et al, 1972 and 1980

Subjects given alcohol showed better pronunciation; valium had no effect.

 

Dari tabel diatas, terlihat bahwa salah satu aspek pemelajar yang merupakan ciri khusus dalam pembelajaran adalah extrovert dan introvert. Kepribadian seseorang terbagi atas dua jenis, yaitu orang dengan kepribadian tertutup (introvert) dan orang dengan kepribadian terbuka (ekstrovert). Secara umum, orang menganggap bahwa orang yang memiliki kepribadian terbuka akan lebih cepat dalam pemerolehan bahasa keduanya.

  1. Introvert

Introvert berarti kepribadiannya lebih dipengaruhi oleh dunia subjektif, orientasinya tertuju ke dalam. Orang yang memiliki kepribadian introvert ini umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Lebih mudah diatur dan dididik.
  • Lebih mendisiplin diri untuk belajar dengan baik.
  • Lebih suka melakukan tugas yang detail, mempunyai kesanggupan untuk berkonsentrasi, dan bekerja dengan  benda-benda daripada dengan orang.
  • Introvert cenderung untuk menyendiri di kamar atau hanya mempunyai satu atau dua teman saja.
  1. Ekstrovert

Ekstrovert berarti kepribadian yang lebih dipengaruhi oleh dunia objektif, orientasinya terutama tertuju ke luar. Pikiran, perasaan, serta tindakannya lebih banyak ditentukan oleh lingkungan.

Ciri-ciri dari orang yang berkepribadian ekstrovert adalah sebagai berikut:

  • Biasanya melakukan pekerjaan lebih baik jika ada hubungannya dengan orang lain.
  • Kurang dapat mendisiplin diri sendiri.
  • Ekstrovert lebih populer di sekolah dan biasanya mereka dipilih sebagai para pemimpin.

Pada awalnya, pemelajar dengan kepribadian yang ekstrovert akan lebih banyak memperoleh bahasa keduanya karena lebih banyak bergaul dan berinteraksi dibandingkan dengan pemelajar introvert. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Gass and Selinker (2008) menyatakan bahwa extrovert lebih baik dari introvert karena extrovert lebih banyak bicara dan ingin terlibat secara langsung dalam aktivitas sosial. Tetapi Ehrman (2008) menyatakan bahwa pemelajar yang introvert bertentangan dengan penelitian sebelumnya seperti juga Troike (2012) menemukan bahwa pemelajar yang berhasil menguasai bahasa dengan baik adalah pemelajar yang introvert karena ternyata mereka memiliki konsentrasi yang lebih dalam pemelajaran di kelas.

Ada beberapa kecenderungan yang terlihat pada pemelajar bahasa ketika mereka ingin mempelajari bahasa asing atau bahasa kedua. Aspek tersebut adalah cara belajar yang terbuka dan tertutup terkait dengan kepribadian introvert dan ekstrovert.

Terbuka vs Tertutup

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, aspek terbuka dan tertutup dari pemelajar bahasa di dalam kelas. Ha ini terlihat dari cara belajar yang memiliki orientasi secara tertutup, atau sejauh mana orang tersebut perlu mencapai keputusan atau kejelasan. Cara ini sangat erat kaitannya dengan toleransi ambiguitas dan juga terkait dengan fleksibilitas dalam belajar dan cara untuk menyelesaikan masalah. Pemelajar akan berorientasi pada cara yang tertutup yaitu berusaha dengan keras, terorganisir, dan terencana. Mereka cenderung menyukai tata bahasa yang harus dinyatakan dengan jelas. Kegiatan spontan tidak diminati tipe pemelajar ini karena lebih memilih sesuatun yang harus dipesiapkan terlebih dahulu. Sementara cara belajar yang terbuka memilih cara belajar yang jauh dari serius seperti anggapan bahawa permainan bukanlah suatu tugas.  Keterbukaan dapat bermanfaat dalam beberapa situasi, terutama yang hal yang membutuhkan fleksibilitas dan pengembangan kefasihan, tapi dapat merugikan dalam situasi yang lain, seperti yang sangat pengaturan ruang kelas terstruktur dan tradisional.

Cara Untuk Memotivasi Pemelajar Bahasa:

  • Memberikan pujian kepada pemelajar yang melakukan sesuatu dengan baik meskipun hal itu tidak begitu berarti.
  • Kurangilah kecaman atau kritik yang dapat mematikan motivasi pemelajar.
  • Menciptakan persaingan yang sehat di antara pemelajar.
  • Menciptakan kerjasama antara pemelajar.
  • Berikan umpan balik kepada pemelajar atas hasil pekerjaannya.

Carrol (1962: 128-30) telah mengidentifikasi 4 kemampuan yang independen yang membentuk bakat belajar Bahasa kedua, yaitu :

  1. Kemampuan mengkode fonetik  artinya kemampuan untuk “mengkode” bahan fonetik auditoris sedemikian rupa sehingga hal ini bisa di ketahui, diidentifikasi, dan diingat sedikit lebih lama dari beberapa detik.
  2. Kepekaan gramatis artinya kemampuan untuk mengenal fungsi gramatis dari kata-kata dalam konteks kalimat.
  3. Kemampuan belajar bahasa secara induktif yang artinya kemampuan untuk menarik kesimpulan bentuk-bentuk, kaidah-kaidah, dan pola-pola linguistik dari isi linguistik baru itu sendiri dan sedikit pengawasan dan bimbingan.
  4. Kemampuan mengingat di luar kepala adalah kemampuan untuk mempelajari sejumlah besar asosiasi dalam waktu yang relatif pendek

 

Kesimpulan

Dalam dunia pendidikan terdapat berbagai macam faktor yang memiliki andil dalam pendidikan. Salah satu tugas yang diemban oleh para pendidik adalah memahami akan berbagai faktor pendukung pendidikan tersebut. Diantara berbagai faktor tersebut adalah bagaimana para pendidik bisa memahami akan situasi dan kondisi, baik lingkungan maupun peserta didik itu sendiri. Peserta didik sebagai objek dari pendidikan sangat urgen untuk diperhatikan dari berbagai faktor. Faktor tersebut yang harus diperhatikan adalah tahap perkembangan dari peserta didik tersebut. Diantara perkembangan perserta didik tersebut adalah bagaimana dari individu dan karakteriststiknya

Setiap pemelajar memiliki cara yang berbeda untuk beradaptasi dan memahami petunjuk  khususnya dalam pembelajaran bahasa. Seperti yang kita ketahui bahwa setiap individu itu memiliki keunikan masing – masing.  Keunikan yang ada pada masing-masing individu yang akan membedakan cara berpikir, berperasaan, dan bertindak. Tidak ada individu yang sama dengan individu lain, sekalipun kembar identik. Pada dasarnya, keunikan yang dimiliki individu mengacu kepada perbedaan. Setiap perbedaan – perbedaan itu menjadikan individu tersebut mencapai hasil  yang berbeda. Dalam pemelajaran khususnya pemelajaran bahasa, setiap individu memiliki cara masing – masing untuk mencapai hasil yang maksimal.

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa pemelajar extrovert cenderung lebih baik dalam pemelajaran bahasa dibandingkan dengan pemelajar yang introvert tetapi disamping itu perkembangan mulai terjadi. Penelitian terkini memberikan perpektif yang berbeda bahwa introvert dapat lebih baik dari extrovert. Hal ini memunculkan pencerahan dalam metodologi pengajaran bahasa bahwa banyak hal – hal yang perlu dipertimbangkan jika seorang anak terbuka dan secara langsung mengujarkan sesuatu. Terkadang anak yang introvert juga dapat menerima dengan baik dan sewaktu – waktu dapat menggunakannya dengan benar.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Brown,D.H.2000. Principles of Language Learning and Teaching. New York. Longman

Brown, D,H.2007. Prinsip Pemelajaran dan Pengajaran Bahasa.New York. Peerson Education Inc.

Carroll, J B. 1993.Human Cognitive Abilities. Cambridge. Cambridge University Press

Ellis, Rod.1994. The Study of Second Language Acquisition.Oxford. Oxford University Press

Goleman, D. 1999.  Working with Emotional IntelligenceLondon UK..  Bloomburry Publishing

Gardner, H. 1983. Frames of Mind: The theory of multiple intelligences. New York: Basic Books.

Rapacholli, B and Slaughter,V.2003.  Individual Differences in Theory of Mind. New York. Psychology Press

Robinson Peter. 2002.Individual Differences and Instructed Language Learning. Amsterdam. John Benjamins Publishing Company

Spolsky, Bernard and Hult, Francis. M.2007. The Handbook of Educational Linguistics. London. Blackwell Publishing.

Spolsky, Bernard. 1999. Concise Encyclopedia of Educational Lingustics. Glasgow. Cambridge University Press

Zhang, Yan. 2008. The Role of Personality in Second Language Acquisition Vol.4 No.5. China: Qingdao University of Science and Technology


[1] Robinson menyatakan dalam Pengantar bukunya yang berjudul “Individual Differences and Instructed  Language Learning dimana pernyataan “Person variables can be broadly classified as cognitive and affective/conative, where cognitive abilities (such as intelligence, language learning aptitude, or working memory capacity and speed) are distinguished from affective/conative factors (such as anxiety, motivation, and emotion)” merupakan tanda bahwa antara koginitif dan afektif saling mendukung.

[2] Terdapat pada Ellis, The study of Second Language Acquisition Hal. 472

2 thoughts on “KEPRIBADIAN EXTROVERT DAN INTROVERT

  1. saya tertarik dengan penelitian ini. boleh share lebih dalam? penelitian tesis saya juga tidak jauh dari kepribadian seseorang dalam akuisisi bahasa boleh minta kontak yang bisa di hub email or twitter or facebook or phone? this is my email habib.syahid@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s