Kebudayaan sebagai Sistem Adaptasi

KEBUDAYAAN SEBAGAI SISTEM ADAPTASI
(PENGAJAR : Prof. Dr. Mundardjito)

OLEH :
IRENE DEBORA
NPM. 1206188591
ILMU LINGUISTIK

Jurusan Ilmu Linguistik
Program Magister Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya
Universitas Indonesia

4. Kebudayaan sebagai sistem adaptasi (Prof. Dr. Mundardjito)
Interaksi manusia ā€“ lingkungan melahirkan sistem teknologi yang adaptif terhadap lingkungan alam yang spesifik. Jelaskan dengan contoh bahwa sistem teknologi mata pencaharian berpengaruh juga pada sistem budaya lain : seperti kepercayaan/ keyakinan, struktur/ organisasi kemasyarakatan, pengetahuan, pola pemukiman, kesenian dan bahasa dari masyarakat tertentu. Anda dapat memakai contoh dari satu atau beberapa klasifikasi Koentjaraningrat (1994).

Kelompok-kelompok tipe sosial budaya di Indonesia, pada dasarnya dapat dibedakan dalam bentuk-bentuk sbb. (Koentjaraningrat 1994) :
1. tipe sosial budaya berburu meramu,
2. tipe sosial budaya perladangan (ladang bakar),
3. tipe sosial budaya nelayan,
4. tipe sosial budaya ternak,
5. tipe sosial budaya pertanian irigasi,
6. tipe sosial budaya jasa (termasuk di dalamnya perdagangan, transportasi).
Tipe sosial budaya merupakan suatu gambaran dari perwujudan kebudayaan yang dipunyai oleh manusia, sehingga dengan tipe sosial budaya, kita dapat membandingkan antara pola hidup satu masyarakat dengan pola hidup masyarakat lainnya. Contohnya tipe sosial Pertanian akan berbeda dengan tipe sosial budaya nelayan. Pada tipe pertanian, maka teknologi yang dikuasai oleh masayarakat adalah bagaimana cara menanam, memelihara tanaman, melakukan panen, memilih bibit dan sistem pembajakan sawah maupun pengairan yang dilakukan demi kesuburan tanah dan peningkatan hasil panen. Kebudayaan masyarakat juga berengaruh kepada sistem kepercayaan masyarakat dimana salah satu kebudayaan pada tipe pertanian ini meyakini adanya dewi kesuburan yang selalu menjaga tanaman dan hasil panen mereka.
Sebaliknya, berbeda dengan tipe sosial nelayan dimana mata pencaharian masyarakat adalah mencari ikan di laut. Perkembangan pengetahuan dan teknologi perahu sudah dikenal oleh masyarakat di Indonesia sejak ribuan tahun yang lalu dan terwujudkan pada lukisan-lukisan prasejarah di gua-gua yang ditemukan para arkeolog. Awal perahu yang ditemukan dan tergambar di gua-gua adalah jenis perahu jukung atau sekarang dikenal dengan istilah sampan, karena bentuknya kecil dan hanya mengarungi atau menyusuri sungai dari hulu ke hilir atau sebaliknya, sedangkan untuk menyusuri laut bentuk perahu mulai berkembang ke arah yang lebih besar yang kemudian menjadi perahu jenis soppe dan terakhir adalah perahu pinisi.
Selain dari pengenalan teknologi pembuatan perahu, juga dijelaskan bagaimana masyarakat-masyarakat dengan tipe sosial budaya nelayan ini dapat memenuhi kebutuhan hidupnya atau pola mata pencarian yang ada, dan bagaimana teknologinya untuk mencapai kebutuhan hidup mereka. Dari segi kepercayaan masyarakat nelayan ini, ada juga yang meyakini dewi laut yang tetap menjaga keselamatan mereke selama melaut dan mencari ikan. Mereka biasa memberikan persembahan ke laut sebagai persembahan bagi dewi yang mereka yakini.

Daftar Pustaka
Mundardjito dkk. 2009, Sistem Teknologi. Dalam Mukhlis PaEni (ed.), Sejarah Kebudayaan Indonesia Jilid VII. Jakarta. PT Rajagrafindo Persada

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s